Thursday, August 16, 2012

Demolitionis skill

  1. Go to Weapon Store in Lime and talk to Theo.
  2. Ask Theo to learn a new skill. However, he says a Golden Hammer is needed to learn it.
  3. Go to Sevis and ask Arsen / Arquette for Invisible Cloak.
  4. Needs Golden Fur x20 (Cankura drop) and Shiny Thread x10 (Happy Bah Bah drop)
  5. Return to Arquette with the ingredients and she gives you the cloak.
  6. Go to Elim and enter the nobleman's house.
  7. Click on the Vault/Safety Box to steal the hammer.
  8. Return to Theo and you will learn the skill

Good luck ,,, (>.<)

Sunday, June 10, 2012

Reputasi dalam Seal Online

Reputasi dalam Seal Online ditunjukan dengan sebuah kata didepan job di nama character kamu. contoh: Rookie[Warior]Vyriel. Reputasi dapat di tingkatkan dengan cara mengikuti berbagai macam Quest yang ada didalam game seal online. Reputasi yg terendah adalah Baby (0), dan yang tertinggi adalah ArchGod (41jt++).

Kegunaan Reputasi

Sebagian besar Kegunaan Reputasi di dalam Seal Online adalah menjadi batasan minimum (minimum requirement) untuk,

Mengikuti / mengambil Quest tertentu.
Beberapa Quest seperti Quest Utama memerlukan Reputasi yg cukup tinggi.
Menentukan peringkat.
Memakai equipment tertentu.
Berbeda dengan Equipment biasa, Costume Set tidak membutuhkan batas status. tetapi sebalik nya, membutuhkan batas reputasi tertentu. Begitu pula dengan Pet
Menentukan gaya tidur.
Reputasi Thug ke bawah akan memakai koran ketika mengaktifkan skill tidur. Reputasi Henchman keatas akan memakai selimut, dan jika Total Reputasi mencapai 30,000 keatas akan memakai ranjang.
Menentukan EXP Pinalty.
EXP pinalty adalah pengurangan experience jika character mu pingsan di feild (mati). makin tinggi Reputasi mu, makin sedikit experience yg di kurang.


Tabel Reputasi

Reputasi Total Reputasi Keterangan
Baby 0 6% Exp Pinalty
Drifter 50
Nameless 120
Expandable 264
Brute 581
Vandal 1220
Hoodlum 2439
Thug 4635
Henchman 8806 5% Exp Pinalty
Peon 14019
Citizen 20563
Amateur 28683 4% Exp Pinalty
- 30000 Memakai ranjang Ketika Tidur
Recruit 38866
Greenhorn 51595
Rookie 67506 3% Exp Pinalty
Novice 87395
Apprentice 112256
Graduate 143332 2% Exp Pinalty
Fodder 182178
Grunt 230735
Veteran 291413 1% Exp Pinalty
Trooper 367301
Berserker 462138
Centurion 580685
Praetorian 728869
Lieutenant 936326
Commander 1226766
Hero 1633382
Noble 2202645
Majestic 2999612
Venerable 4115336
Master 5677423
Golem 7864301
Immortal 10925931
Legendary
Demigod
God
Archgod 41 jt~ Khusus GM?

Pengertian Supply Chain Management


Pengertian Supply Chain Management (SCM)
     Manajemen Rantai Suplai (Supply Chain Management) adalah sebuah ‘proses payung’ di mana product diciptakan dan disampaikan kepada konsumen dari sudut struktural. Sebuah supply chain merujuk kepada jaringan yang rumit dari hubungan yang mempertahankan organisasi dengan rekan biasanya untuk mendapatkan sumber produksi dalam menyampaikan kepada konsumen. (Kalakota, 2000, h197)
     Tujuan yang hendak dicapai dari setiap rantai suplai adalah untuk memaksimalkan nilai yang dihasilkan secara keseluruhan (Chopra, 2001, h5). Rantai suplai yang terintegrasi akan meningkatkan keseluruhan nilai yang dihasilkan oleh rantai suplai tersebut.
    Manajemen Rantai Suplai adalah koordinasi dari bahan, informasi dan arus keuangan antara perusahaan yang berpartisipasi. Manajemen rantai suplai bisa juga berarti seluruh jenis kegiatan komoditas dasar hingga penjualan produk akhir ke konsumen untuk mendaur ulang produk yang sudah dipakai.

§  Arus material melibatkan arus produk fisik dari pemasok sampai konsumen melalui rantai, sama baiknya dengan arus balik dari retur produk, layanan, daur ulang dan pembuangan.
§ Arus informasi meliputi ramalan permintaan, transmisi pesanan dan laporan status pesanan, arus ini berjalan dua arah antara konsumen akhir dan penyedia material mentah.
§  Arus keuangan meliputi informasi kartu kredit, syarat-syarat kredit, jadwal pembayaran dalam penetapan kepemilikandan pengiriman. (Kalakota, 2000, h198)
Menurut Turban, Rainer, Porter (2004, h321), terdapat 3 macam komponen rantai suplai, yaitu:
§  Rantai Suplai Hulu/Upstream supply chain
    Bagian hulu supply chain meliputi aktivitas dari suatu perusahaan manufaktur dengan para penyalurannya (yang mana dapat manufaktur, assembler, atau kedua-duanya) dan koneksi mereka kepada pada penyalur mereka (para penyalur second-trier). Hubungan para penyalur dapat diperluas kepada beberapa strata, semua jalan dari asal material (contohnya bijih tambang, pertumbuhan tanaman). Di dalam upstream supply chain, aktivitas yang utama adalah pengadaan.
§  Manajemen Internal Suplai Rantai/Internal supply chain management
   Bagian dari internal supply chain meliputi semua proses pemasukan barang ke gudang yang digunakan dalam mentransformasikan masukan dari para penyalur ke dalam keluaran organisasi itu. Hal ini meluas dari waktu masukan masuk ke dalam organisasi. Di dalam rantai suplai internal, perhatian yang utama adalah manajemen produksi, pabrikasi, dan pengendalian persediaan.
§  Segmen Rantai Suplai Hilir/Downstream supply chain segment
  Downstream (arah muara) supply chain meliputi semua aktivitas yang melibatkan pengiriman produk kepada pelanggan akhir. Di dalam downstream supply chain, perhatian diarahkan pada distribusi, pergudangan, transportasi, dan after-sales-service.

B. Aktifitas/Fungsi Supply Chain Management

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRckXuJ-gFqNagwzhstmhrn91gHTnQ_oxB3CRN4083hFvRpe31v4eFVqw29HIJGy5Ssgt4KBXEJWqVrCIpzwJeO7I3iR9qTZ1dtF8grS2yKeOFgD3DoJKTOL7dhVSscMvrDJsIUflXPpg/s1600/SCM+1.jpg

                                                                      Gambar 1
      Manajemen suplai ialah pendekatan antar-fungsi (cross functional) untuk mengatur pergerakan material mentah kedalam sebuah organisasi dan pergerakan dari barang jadi keluar organisasi menuju konsumen akhir. Sebagaimana korporasi lebih fokus dalam kompetensi inti dan lebih fleksibel, mereka harus mengurangi kepemilikan mereka atas sumber material mentah dan kanal distribusi.

     Fungsi ini meningkat menjadi kekurangan sumber ke perusahaan lain yang terlibat dalam memuaskan permintaan konsumen, sementara mengurangi kontrol manajemen dari logistik harian. Pengendalian lebih sedikit dan partner rantai suplai menuju ke pembuatan konsep rantai suplai. Tujuan dari manajemen rantai suplai ialah meningkatkan ke[percayaan dan kolaborasi di antara rekanan rantai suplai, dan meningkatkan inventaris dalam kejelasannya dan meningkatkan percepatan inventori.
    Secara garis besar, fungsi manajemen ini bisa dibagi tiga, yaitu distribusi, jejaring dan perencaan kapasitas, dan pengembangan rantai suplai. Beberapa model telah diajukan untuk memahami aktivitas yang dibutuhkan untuk mengatur pergerakan material di organisasi dan batasan fungsional. SCOR adalah model manajemen rantai suplai yang dipromosikan oleh Majelis Manajemen Rantai Suplai. Model lain ialah SCM yang diajukan oleh Global Supply Chain Forum (GSCF). Aktivitas suplai rantai bisa dikelompokan ke tingkat strategi, taktis, dan operasional.


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
 tanggal 10 juni 2012

Pengertian Customer Relationship Management (CRM)

A. Pengertian Customer Relationship Management (CRM)

         Pengertian dari CRM adalah sebuah sistem informasi yang terintegrasi yang digunakan untuk merencanakan, menjadwalkan, dan mengendalikan aktivitas-aktivitas prapenjualan dan pascapenjualan dalam sebuah organisasi. CRM melingkupi semua aspek yang berhubungan dengan calon pelanggan dan pelanggan saat ini, termasuk di dalamnya adalah pusat panggilan, tenaga penjualan (sales force), pemasaran, dukungan teknis (technical support) dan layanan lapangan (field service).


Gambar 1


B. Fungsi-Fungsi Dalam Customer Relationship Management (CRM)

          Sebuah sistem CRM harus bisa menjalankan fungsi-fungsi sebagai berikut diataranya :
  1. Mengidentifikasi faktor-faktor yang penting bagi pelanggan.
  2. Mengusung falsafah customer-oriented (customer centric)
  3. Mengadopsi pengukuran berdasarkan sudut pandang pelanggan
  4. Membangun proses ujung ke ujung dalam melayani pelanggan
  5. Menyediakan dukungan pelanggan yang sempurna
  6. Menangani keluhan/komplain pelanggan
  7. Mencatat dan mengikuti semua aspek dalam penjualan
  8. Membuat informasi holistik tentang informasi layanan dan penjualan dari pelanggan.

C. Sasaran Dan Tujuan
    Sasaran utama dari CRM adalah untuk meningkatkan pertumbuhan jangka panjang dan profitabilitas perusahaan melalui pengertian yang lebih baik terhadap kebiasaan (behavior) pelanggan. CRM bertujuan untuk menyediakan umpan balik yang lebih efektif dan integrasi yang lebih baik dengan pengendalian return on investment di area ini.

Gambar 2
       
       Otomasi Tenaga Penjualan (Sales force automation/SFA), yang mulai tersedia pada pertengahan tahun 80-an adalah komponen pertama dari CRM. SFA membantu para sales representative untuk mengatur account dan track opportunities mereka, mengatur daftar kontak yang mereka miliki, mengatur jadwal kerja mereka, memberikan layanan training online yang dapat menjadi solusi untuk training jarak jauh, serta membangun dan mengawasi alur penjualan mereka, dan juga membantu mengoptimalkan penyampaian informasi dengan news sharing.SFA, pusat panggilan dan operasi lapangan otomatis ada dalam jalur yang sama dan masuk pasaran pada akhir tahun 90-an mulai bergabung dengan pasar menjadi CRM. Sama seperti ERP (Enterprise Resource Planning),CRM adalah sistem yang sangat komprehensif dengan banyak sekali paket dan pilihan.
      Merujuk kepada Glen Petersen, penulis buku "ROI: Building the CRM Business Case," sistem CRM yang paling sukses ditemukan dalam organisasi yang menyesuaikan model bisnisnya untuk profitabilitas, bukan hanya merancang ulang sistem informasinya.
     CRM mencakup metoda dan teknologi yang digunakan perusahaan untuk mengelola hubungan mereka dengan pelanggan. Informasi yang disimpan untuk setiap pelanggan dan calon pelanggan dianalisa dan digunakan untuk tujuan ini. Proses otomasi dalam CRM digunakan untuk menghasilkan personalisasi pemasaran otomatis berdasarkan informasi pelanggan yang tersimpan di dalam sistem.

D. Implementasi Dari Customer Relationship Management

Gambar 3
     

      Customer relationship management adalah strategi tingkat korporasi, yang berfokus pada pembangunan dan pemeliharaan hubungan dengan pelanggan. Beberapa paket perangkat lunak telah tersedia dengan pendekatan yang berbeda-beda terhadap CRM. Bagaimanapun, CRM bukanlah teknologi itu sendiri, tapi ia adalah pendekatan holistik terhadap falsafah organisasi, yang menekankan hubungan yang erat dengan pelanggan. CRM mengurus filosofi organisasi pada semua tingkatan, termasuk kebijakan dan proses, customer service, pelatihan pegawai, pemasaran, dana manajemen sistem dan informasi. Sistem CRM mengintegrasikan pemasaran, penjualan, dan customer service dari ujung ke ujung.




Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
tanggal 10 juni 2012

Pengertian Enterprise Resource Planning


A. Pengertian Enterprise Resource Planning
      Perencanaan sumber daya perusahaan, atau sering disingkat ERP adalah sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan.
     ERP berkembang dari Manufacturing Resource Planning (MRP II) yang ber-evolusi dari Material Requirement Planning (MRP) yang berkembang sebelumnya. Sistem ERP secara modular biasanya menangani proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan (inventory), pengapalan, invoice, dan akuntansi perusahaan. Ini berarti bahwa sistem ini nanti akan membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas, dan sumber daya manusia.
   Sistem ERP didasarkan pada database pada umumnya dan rancangan perangkat lunak modular. ERP merupakan software yang mengintegrasikan semua departemen dan fungsi suatu perusahaan ke dalam satu sistem komputer yang dapat melayani semua kebutuhan perusahaan, baik dari departemen penjualan, HRD, produksi atau keuangan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdUhgzCXf_DMWZRHmrGVsM8rGHWJ0PwuMKjYRf5WE2UV_1QSWz1Y8UgNhKwAwF0Sz2kS7yavWQLYkZh5yR3YpqGJgTcjZPI865DibXQDSifbVOq7OHLClHpuPh-88FqPR2-RWQIDMQlQg/s1600/ERP+6.jpg
Gambar 1

      Syarat terpenting dari sistem ERP adalah Integrasi. Integrasi yang dimaksud adalah menggabungkan berbagai kebutuhan pada satu software dalam satu logical database, sehingga memudahkan semua departemen berbagi informasi dan berkomunikasi. Database yang ada dapat mengijinkan setiap departemen dalam perusahaan untuk menyimpan dan mengambil informasi secara real-time. Informasi tersebut harus dapat dipercaya, dapat diakses dan mudah disebarluaskan.
    Rancangan perangkat lunak modular harus berarti bahwa sebuah bisnis dapat memilih modul-modul yang diperlukan, dikombinasikan dan disesuaikan dari vendor yang berbeda, dan dapat menambah modul baru untuk meningkatkan kerja bisnis.

B. Tujuan Dan Peranannya Dalam Organisasi
      Tujuan sistem ERP adalah untuk mengkoordinasikan bisnis organisasi secara keseluruhan. ERP merupakan software yang ada dalam organisasi/perusahaan untuk :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhU_DLpBsMEQLRGom2AlH7dpIXiCOkDnuvBJA30UTCgg24xkuh30QObRmqxllXcUIslTh0Jp5FGI2jeNi0ZCcNRxkFH480jw4DXepoI6PQ-yOP4tQ1TCnroqE5fkEVwsDXZyBGYyWdL_20/s1600/ERP+1.jpg

Gambar 2

  1. Otomatisasi dan integrasi banyak proses bisnis
  2. Membagi database yang umum dan praktek bisnis melalui enterprise
  3. Menghasilkan informasi yang real-time
  4. Memungkinkan perpaduan proses transaksi dan kegiatan perencanaan

C. Implementasi ERP
  • Implementasi sistem ERP tergantung pada ukuran bisnis, ruang lingkup dari perubahan dan peran serta pelanggan.
  • Perusahaan membutuhkan jasa konsultasi, kustomisasi dan jasa pendukung
  • Migrasi data adalah salah satu aktifitas terpenting dalam menentukan kesuksesan dari implementasi ERP
  • Sayangnya, Migrasi data merupakan aktifitas terakhir sebelum fase produksi
Langkah strategi migrasi data yang dapat menentukan kesuksesan implementasi ERP:


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguHmNtDKAIbUHILxa-XdsMjizWLpYkD9m1L4VNl59gOT_5DDHp_3Vd2P1gC4m7w2AeYfMFLyUZTd2ur3Sj0begU7YAqINKrLCvkJ68zXItOYV_-75x4EjC-oPR0OT86ORRDdv7xwwYWKU/s1600/ERP+6.jpg

Gambar 3

  1. Mengidentifikasi data yang akan dimigrasi
  2. Menentukan waktu dari migrasi data
  3. Membuat template data
  4. Menentukan alat untuk migrasi data
  5. Memutuskan persiapan yang berkaitan dengan migrasi
  6. Menentukan pengarsipan data

D. Kelebihan ERP
  1. Integrasi antara area fungsional yang berbeda untuk meyakinkan komunikasi, produktifitas dan efisiensi yang tepat
  2. Rancangan Perekayasaan
  3. Pelacakan pemesanan dari penerimaan sampai fulfillment
  4. Mengatur saling ketergantungan dari proses penagihan material yang kompleks
  5. Pelacakan 3 cara yang bersesuaian antara pemesanan pembelian, penerimaan inventori, dan pembiayaan
  6. Akuntansi untuk keseluruhan tugas : melacak pemasukan, biaya dan keuntungan pada level inti

E. Kelemahan ERP

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6ZXzhyuxkkiMLjYlM9NxAPz-Rp8pJ9b_nlRloroiwDt5ZoXRBzKySXWrZea88kKIcPMxxu4iSfWwVFb3yvKoOnUERT1baDvcIn-0Eq2NX_lvxgJZu6KOVYqSMPGwVWOHzRZLDEPm4UQc/s1600/ERP+2.jpg

Gambar 4

1
 Terbatasnya kustomisasi dari perangkat lunak ERP
2.   Sistem ERP sangat mahal
3.  Perekayasaan kembali proses bisnis untuk menyesuaikan dengan standar industri yang telah dideskripsikan oleh sistem ERP dapat menyebabkan hilangnya keuntungan kompetitif
4.  ERP sering terlihat terlalu sulit untuk beradaptasi dengan alur kerja dan proses bisnis tertentu dalam beberapa organisasi
5.  Sistem dapat terlalu kompleks jika dibandingkan dengan kebutuhan dari pelanggan
6. Data dalam sistem ERP berada dalam satu tempat, contohnya : pelanggan, data keuangan. Hal ini dapat meningkatkan resiko kehilangan informasi sensitif, jika terdapat pembobolan sistem keamanan



Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
tanggal 10 Juni 2012

Wednesday, May 30, 2012

TESIS
 
 
Pengertian
Tesis adalah karya tulis ilmiah resmi yang dibuat oleh seorang mahasiswa dalam menyelesaikan Program Magister (S2). Tesis ini mencerminkan kemampuan yang bersangkutan dalam peneltian dan pengembangan ilmu pada salah satu bidang keilmuan.
Karakteristik
  1. isinya berfokus pada kajian mengenai salah satu isu sentral yang tercakup dalam disiplin ilmu tertentu, sesuai dengan program studi yang ditempuh.
  2. merupakan pengujian empirik terhadap posisi teoretik tertentu dalam disiplin ilmu yang dipelajari.
  3. mengungkapkan data primer sebagai data utama yang dapat ditunjang oleh data sekunder, sedangkan untuk bibliografi dapat digunakan sumber otentik,
  4. ditulis dalam bahasa yang baik dan benar.
Contoh Karangka Tesis
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
B.     Identifikasi Masalah
C.     Batasan Masalah
D.    Rumusan Masalah
E.     Tujuan Penelitian
F.      Kegunaan Hasil Peneltian
BAB II KAJIAN TEORI
A.    Deskripsi Teori
B.     Kerangka Berpikir
C.     Hipotesis Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A.    Metode Penelitian
B.     Populasi dan Sampel
C.     Instrumen Penelitian
D.    Teknik Pengumpulan Data
E.     Teknik Pengolahan Data
F.      Teknik Analisis Data
G.    Tempat dan Jadwal Penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.    Deskripsi Hasil Penelitian
B.     Hasil Pengujian Hipotesis
C.     Pembahasan Hasil Penelitian
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
A.    Simpulan
B.     Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Contoh Proposal Tesis (Umum)
JUDUL PROPOSAL
A.    Latar Belakang Masalah
B.     Identifikasi Masalah
C.     Batasan Masalah
D.    Rumusan Masalah
E.     Tujuan Penelitian
F.      Kegunaan Hasil Penelitian
G.    Landasan Teori dan Kerangka Berpikir
H.    Pengujian Hipotesis
I.       Metode Penelitian
1.      Tempat dan Jadwal Penelitian
2.      Jenis Penelitian
3.      Populasi dan Sampel
4.      Teknik Pengumpulan Data
5.      Definisi Operasional Variabel
Daftar Pustaka
Contoh Proposal Tesis Jenis Kuantitatif Ex-post Facto
JUDUL PROPOSAL
A.    Latar Belakang Masalah (alasan, identifikasi, dan batasan masalah)
B.     Rumusan Masalah
C.     Tujuan Penelitian
D.    Kegunaan Hasil Penelitian
E.     Landasan Teori dan Kerangka Berpikir
1.      Pembahasan Teori
2.      Penelitian yang Releval
3.      Kerangka Berpikir
4.      Hipotesis Penelitian
F.      Pengujian Hipotesis
G.    Metode Penelitian
1.      Tempat dan Jadwal Penelitian
2.      Jenis Penelitian
3.      Populasi dan Sampel
4.      Definisi Operasional Variabel
5.      Teknik Pengumpulan Data
6.      Teknik Analisis Data
7.      Prosedur Penelitian
Daftar Pustaka
Contoh Proposal Tesis Jenis Kuantitatif Eksperimental
JUDUL PROPOSAL
A.    Latar Belakang Masalah (alasan, identifikasi, dan batasan masalah)
B.     Rumusan Masalah
C.     Tujuan Penelitian
D.    Kegunaan Hasil Penelitian
E.     Landasan Teori dan Kerangka Berpikir
1.      Pembahasan Teori
2.      Penelitian yang Relevan
3.      Kerangka Berpikir
4.      Hipotesis Penelitian
F.      Pengujian Hipotesis
G.    Metodologi Penelitian
1.      Tempat dan Jadwal Penelitian
2.      Jenis Penelitian dan Desain Eksperimen
3.      Populasi dan Sampel
4.      Definisi Operasional Variabel
5.      Teknik Pengumpulan Data
6.      Teknik Analisis Data
7.      Prosedur Eksperimen
Daftar Pustaka
Contoh Proposal Tesis Jenis Kualitatif
JUDUL PROPOSAL
A.    Latar Belakang Masalah (fokus masalah dan pertanyaan penelitian)
B.     Tujuan Penelitian
C.     Kegunaan Hasil Penelitian
D.    Definisi Operasional Istilah
E.     Landasan Teori dan Kerangka Berpikir
5.      Pembahasan Teori
6.      Penelitian yang Relevan
7.      Rangkuman Kajian Pustaka
F.      Metode Penelitian
1.      Tempat dan Jadwal Penelitian
2.      Jenis Penelitian
3.      Data dan Sumber Data
4.      Metode Pengumpulan Data
5.      Instrumen Penelitian
6.      Teknik Analisis Data
7.      Keabsahan Data
8.      Prosedur Penelitian
Daftar Pustaka
  
Pembuatan judul harus didasarkan pada bentuk-bentuk permasalahan
  1. Deskriptif (menggambarkan keadaan variabel)
Contoh:
-      Kompetensi Gramatika Bahasa Indonesia Guru-guru Bahasa Indonesia di Papua Barat.
-        Analisis Sintaksis Teks-teks Dialog dalam Buku Teks Pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMP.
  1. Pengaruh (dampak satu variabel terhadap variabel lainnya)
Contoh:
-  Pengaruh Dialek Sunda terhadap Bahasa Indonesia Lisan Siswa Sekolah Dasar di Tasikmalaya.
-     Dampak Sertifikasi terhadap Kinerja Guru Sekolah Menengah Atas di Propinsi Riau.
  1. Hubungan (hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya)
Contoh:
-      Hubungan antara Jenis Kelamin dengan Tingkat Penguasaan Kosakata Siswa Sekolah Menengah.
-    Hubungan antara Sikap dan Persepsi Siswa terhadap Budaya Barat dengan Kemampuan Berbahasa Inggris Siswa.
  1. Perbandingan (eksplorasi persamaan dan/atau perbedaan antara satu variabel dengan variabel lainnya)
Contoh:
-         Kajian Komparatif Morfologi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
-   Implementasi KTSP Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Swasata dan Negeri: Sebuah Kajian Komparatif.
Latar Belakang Masalah
Bagian ini menjelaskan mengapa masalah yang diteliti itu timbul dan mengapa penting untuk diteliti, baik dari
-          kemajuan penelitian
-          pengembangan ilmu
-          kepentingan kehidupan
Pada bagian ini sebaiknya dijelaskan:
-   gejala-gejala kesenjangan yang ada di masyarakat sebagai dasar pemikiran munculnya permasalahan
-          dampak-dampak positif yang muncul jika penelitian dilakukan
-          dampak-dampak negatif yang timbul jika penelitian tersebut tidak dilakukan
-          kedudukan masalah dalam wilayah atau bidang ilmu yang ditekuni peneliti
Pada bagian ini dapat pula disajikan:
-          kondisi atau fakta penting dan menarik perhatian peneliti
Kondisi atau fakta ini dapat disajikan dalam bentuk tabel, angka, dsb.
Kondisi atau fakta ini terkait dengan populasi atau komunitas yang tengah dikaji.
Untuk itu dituntut agar peneliti mampu memaknai gejala-gejala yang muncul dalam kehidupan melalui perspektif keilmuan yang dimilikinya.
Agar tercapai kondisi ini, peneliti dituntut memiliki pengetahuan keilmuan yang luas dan terpadu mengenai teori-teori dan hasil-hasil penelitian terdahulu.
Di sinilah letak pentingnya jurnal-jurnal hasil penelitian.